Ada saat-saat dimana saya membenci diri saya, termasuk suatu hari belasan tahun lalu. Saat itu saya dalam perjalanan ke Sidrap (Sidenreng-Rappang) dengan menggunakan angkutan umum di Sulawesi-Selatan yaitu pete-pete. Mobil yang kami kendarai memang kelebihan penumpang sehingga saya terpaksa duduk dilantai mobil tersebut. Suasana saat itu cukup menyenangkan buat saya. Karena justru dalam keadaan seperti itu antara penumpang yang umumnya tidak saling kenal biasanya tercipta obrolan yang sebagian besarnya berantakan tanpa topik yang jelas. Sekedar obrolan agar suasana tidak makin tidak menyenangkan. Mendekati batas
Saya memang kemudian mengangkat muka saya tetapi jauh di dasar hati saya tahu nurani saya tidak pernah keluar dari persembunyiannya. Lama sekali saya membenci diri saya karena kejadian tersebut, lama sekali nurani saya bersembunyi jauh didasar hati saya. Untuk waktu yang lebih lama lagi saya baru bisa berdamai dengan diri saya. Saya malu bukan karena pak polisi tersebut menerima pungli atau tidak tetapi karena tanpa alasan jelas saya tidak berani membuang prasangka saya. Padahal bapak polisi itu sangat percaya pada saya, ia ayah sahabat saya. Tidak ada alasan mengapa saya harus menyembunyikan muka saya.
Seandainya saya tidak menyembunyikan muka saya, kalaupun pak polisi itu berniat menerima pungli ia pasti membatalkannya kalau ia tahu saya ada disitu, artinya saya sudah mencegah hal itu terjadi. Kalau ia ternyata menolak, saya yakin saat ini saya senang dan bangga karena ayah sahabat saya polisi yang jujur. Itu tidak akan pernah terjadi karena sampai saat ini Saya tidak pernah tahu apakah polisi ayah sahabat saya tadi menerima pungli hari itu atau tidak.
Saya sering berpikir seberapa sering sesuatu yang salah terjadi, bukan karena ia memang harus terjadi tetapi karena kita takut menghadapi kebenaran betapapun pahitnya. Saya juga jadi sering berpikir apakah kalau saat itu saya berani mengangkat muka saya, saya akan menjadi manusia yang lebih baik saat ini. Mungkin saya tidak akan pernah tahu.
Saat ini ayah sahabat saya sudah pensiun. Apapun yang terjadi hari itu, semoga saat ini ia adalah pensiunan polisi yang bangga dengan profesinya dan tidak pernah menyesal mengapa ia memilih jadi polisi.



2:00 AM
Athifah
Posted in: